NATAL OIKUMENE PT.SLM 2025
Perayaan Natal Oikumene umat Kristiani PT. Salonok Ladang Mas (SLM) tahun 2025 berlangsung dengan penuh sukacita dan kebersamaan. Di warnai dengan dresscote etnic yang dipakai oleh para undangan.
Natal Oikumene ini diikuti oleh umat dari berbagai denominasi gereja, yaitu GKE, GPdI, dan Katolik, dengan mengusung tema Natal 2025: “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” yang diambil dari Matius 1:21–24.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 12 Desember 2025, dan sebagian besar undangan yang hadir merupakan karyawan PT. SLM, serta turut dihadiri oleh Jemaat GKE Nazaret Bangkal dan Jemaat Immanuel Kuala Pembuang.
Ibadah Natal dipimpin dan dilayani oleh Pdt. Kinurung Maleh, D.Th, selaku Wakil Ketua Umum Sinode GKE Banjarmasin. Dalam khotbahnya, Pdt. Kinurung Maleh menekankan makna kehadiran Allah melalui kelahiran Yesus Kristus yang membawa keselamatan, khususnya bagi keluarga.
Ia mengajak seluruh umat Kristiani untuk menjadikan keluarga sebagai dasar iman, kasih, dan kesaksian hidup, baik di lingkungan gereja, keluarga, maupun di tempat kerja.Ketua Panitia Natal Oikumene, Johannes Ginting, dalam laporannya menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan atas terselenggaranya perayaan Natal dengan baik dan lancar.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada manajemen perusahaan, seluruh panitia, serta jemaat dan karyawan yang telah berpartisipasi aktif dalam mendukung kegiatan Natal Oikumene ini.
Menurutnya, perayaan ini menjadi sarana mempererat persaudaraan dan memperkuat iman umat Kristiani di lingkungan PT. SLM.Sambutan juga disampaikan oleh Penasehat MPH GKE PT.SLM, bapak penatua Riodyxman Sagala, yang sekaligus mewakili manajemen USTP Group. Mengapresiasi kebersamaan lintas denominasi yang terjalin dalam perayaan Natal Oikumene ini.
Bapak Riodyxman Sagala berharap semangat Natal dapat terus membawa damai, kasih, dan keharmonisan, tidak hanya dalam keluarga, tetapi juga dalam kehidupan kerja sehari-hari.
Perayaan Natal Oikumene ini pun menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan dan kesaksian iman di tengah keberagaman.

Komentar