NATAL SPB JEMAAT GKE PT. SLM KHIDMAT DAN DAMAI
![]() |
Perayaan Natal Seksi Pelayanan Bapak Jemaat GKE PT. Salonok Ladang Mas dilaksanakan pada Jumat, 5 Desember 2025. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh sukacita, dihadiri oleh para undangan dari Jemaat GKE Nazaret Bangkal, jemaat sekitar, serta tamu undangan lainnya.
Acara dimulai dengan pembukaan oleh MC Ceasar Artha Graha, yang kemudian
mempersilakan para rohaniawan Pendeta Geritona Sakti, Pendeta Yeftatrisani, dan Vicaris Tirta Hendrawan dan Vicaris Nina Pratika
memasuki ruang ibadah. Prosesi masuk ini berlangsung unik dan penuh makna, diiringi
oleh tarian Dayak (menasai) serta
alunan musik tradisional Dayak yang menambah kekhidmatan suasana. Dalam Ibadah
dan Perayaan Natal ini kaum Bapak jemaat GKE PT. SLM mendapatkan tugasnya
masing masing.
Ibadah Natal dimulai tepat pukul 17.00 WIB, dipimpin oleh Liturgus Penatua Suriansyah. Ibadah didukung
pelayanan musik oleh Penatua Wijaya Kusuma
sebagai singer dan Johanes Ginting
sebagai pemain keyboard. Perpaduan liturgi, musik, menjadikan ibadah berlangsung
hangat dalam erat kasih Kristus
Perayaan Natal ini tidak hanya mempererat
kebersamaan antarjemaat, tetapi juga menghadirkan suasana damai serta sukacita
yang menjadi makna utama Natal. Didalam khotbah Natal yang di sampaikan oleh Pendeta
Geritona Sakti, mengambil dari nast alkitab Matius 1 : 18-25 dapat di maknai bahwa kita
diingatkan bahwa Allah sering bekerja melalui hal-hal yang tidak kita mengerti.
Seperti Maria yang mengandung dari Roh Kudus, rencana Allah kadang datang dalam
bentuk kejutan yang membingungkan.
VIDEO TIKTOK : PUJIAN KAUM BAPAK
Namun justru di tengah ketidakpastian itulah Tuhan mengundang kita untuk
percaya bahwa Ia sedang melakukan sesuatu yang besar dan penuh tujuan. Kita
tidak perlu memahami semuanya, yang Tuhan minta hanyalah hati yang terbuka pada
kehendak-Nya.
Yusuf menunjukkan kepada kita teladan luar biasa
tentang ketulusan dan kerendahan hati. Ketika merasa terluka, ia tidak
bertindak tergesa-gesa, tetapi mempertimbangkan yang terbaik bagi Maria. Dalam
relasi dan pergumulan hidup kita, sikap ini penting, memilih jalan kasih
daripada menghakimi, memilih bijaksana daripada emosional. Mari belajar untuk
melihat setiap orang melalui mata kasih, seperti Yusuf.
Di tengah kebingungan Yusuf, Allah tidak
tinggal diam. Ia mengirim malaikat untuk meneguhkan dan memberi arah. Begitu
pula Tuhan bekerja dalam hidup kita melalui firman, doa, orang-orang yang Ia
utus, atau bahkan kedamaian yang Ia taruh di hati. Saat kita bingung, Tuhan
hadir untuk menguatkan. Ia tahu apa yang kita khawatirkan hari ini, dan Ia
tidak membiarkan kita berjalan sendiri.
Akhirnya, kelahiran Yesus sebagai Imanuel menyertai kita adalah jaminan terbesar dalam menjalani kehidupan ini. Apa pun yang kita hadapi, kita tidak sendirian. Tuhan berjalan bersama, memberi damai hikmat, dan kekuatan. Biarlah kita memulai langkah dengan keyakinan bahwa rencana-Nya selalu baik dan penyertaan-Nya selalu nyata bagi orang yang percaya. Amin.
Bapak Riodyxman Sagala, Penasehat MPH MJ GKE PT.SALONOK LADANG MAS

Komentar